Rabu, 23 Oktober 2013

motion graphic

Adalah motion graphic sebagai film, video atau computer animation. Termasuk di dalamnya adalah tipografi dan grafis yang bisa dilihat sebagai titles untuk film, pembuka program televisi, bumper dan elemen-elemen grafis yang muncul di layar kaca. Kemudian web-based animation, channel id berupa logo tiga dimensi yang merupakan identitas sebuah stasiun televisi. Juga bagian-bagian di dalam iklan televisi. Apapun yang muncul sebagai graphic design dalam media elektronik audio visual adalah pekerjaan yang dilakukan oleh motion designer.

Motion Graphics sendiri dapat dibagi menjadi 2 jenis yaitu motion graphics 2 dimensi atau 3 dimensi. Metode yang paling umum digunakan untuk membuat motion graphics yaitu dengan teknik cuplikan frame by frame dan animasi. Kecanggihan tehknologi telah mampu  menyulap dan memberikan kemudahan untuk menciptakan suatau karya motion graphics. Sangat berbeda dengan zaman dulu saat orang masih membuat motion graphics secara manual dengan menggambar satu persatu dengan diurut per frame hingga memakan waktu yang lama, sekarang dengan teknologi komputer penciptaan karya motion graphics sangat dipermudah. Dengan komputer dapat dihitung dan diacak perubahan pada gambar/objek untuk menciptakan ilusi gerak dan transformasi.
Untuk berkreasi menciptakan suatu karya motion graphics dengan media komputer kita memerlukan program desktop, atau yang biasa kita sebut software. Dengan tersedianya program-program desktop seperti Adobe After Effects, dan Apple Motion, Particle Illusion, Adobe Flash, Adobe Premiere, 3D Studio Max., Autodesk Maya, dan lain sebagainya motion graphics menjadi semakin mudah diciptakan. Tidak hanya berfunsi sebagai penggerak objek, software2 yang tersedia tersebut juga mempunyai fitur kamera bermacam-macam.
Meskipun banyak trend motion graphics cenderung didasarkan pada kemampuan sebuah perangkat lunak/software khusus, namun software/perangkat lunak hanyalah alat  bagi penggunanya, sedangkan untuk kualitas hasil yang bagus tetap ada di konsep ide yang ada di otak kita.

ini Contoh Tutorial Motion Grafic :

Adobe After Effects

Adobe After Effects adalah produk piranti lunak yang dikembangkan oleh Adobe, digunakan untuk film dan pos produksi pada video. pada awalnya merupakan sebuah software produk dari Macromedia yang sekarang sudah menjadi salah satu produk Adobe.
Adobe After Effects adalah sebuah software yang sangat profesional untuk kebutuhan Motion Graphic Design. Dengan perpaduan dari bermacam - macam software Design yang telah ada, Adobe After Effects menjadi salah satu software Design yang handal. Standart Effects yang mencapai sekitar 50 macam lebih, yang sangat bisa untuk mengubah dan menganimasikan obyek. Disamping itu, membuat animasi dengan Adobe After Effects, juga bisa dilakukan dengan hanya mengetikkan beberapa kode script yang biasa disebut Expression untuk menghasil pergerakan yang lebih dinamis.
Adobe After Effects memiliki fitur - fitur penting, misalnya Adobe After Effects memiliki alat untuk membuat Shape ( seperti yang terdapat pada Adobe Photoshop ). Pada Adobe After Effects terdapat Keyframe seperti yang terdapat pada Adobe Flash ( cara menganimasikannya juga hampir sama ). Terdapat juga Expression yang hampir mirip dengan Action Script pada Flash, dan masih banyak lagi yang lain.

Kegunaan After Effects
 
Kita mungkin pernah membuat sebuah foto menjadi blur. Blur karena speed, atau yang lainnya. Nah, di After Effect, efek blur itu bisa kita buat bergerak dan sekaligus ditambahkan kedalam video kita. Lalu mungkin juga kita pernah iseng mengerjai foto teman-teman kita dengan tool liquify, sehingga wajah-wajah mereka tampak lucu. Dengan After Effect, efek tersebut bisa ditambahkan kedalam video sehingga benar-benar terlihat nyata, bahwa wajah mereka ?ancur? seperti itu hihi.


Mengenal After Effect web desain grafis
liquified image


Secara umum sesuai namanya bahwa After Effect ini merupakan software untuk membuat efek yang dinamis untuk video kita. Kemampuan software ini sungguh fantastis. Hampir semua efek yang sering anda tonton dalam film box office dapat dibuat dengan After Effect. Coba kita sebutkan efek-efek apa saja itu? Efek tertabrak mobil, efek diantara chaos lalu lintas dimana mobil saling menabrak seperti di Die Hard 4 di scene terowongan saat dikejar helikopter (btw saya jadi ingat celetukkan teman saya, sebentar lagi Die Hard akan diganti judulnya menjadi dajjal… karena tokoh utamanya memang tidak bisa mati oleh manusia biasa), efek tembus kaca misalnya yang ada pada film Get Smart dimana perspektif kamera melingkari pesawat dari bawah menuju jendela, lalu kamera menembus kaca pesawat tersebut. Bagaimana melakukannya? Lalu efek ledakan pada suatu sudut kota, terlihat kendaraan ?misalnya bis? ditembakkan bazooka tapi meleset, dan bazooka itu pun meledak dibagian belakang bis sehingga menimbulkan efek dramatis. Kamera shacking, serpihan-serpihan ledakkan jatuh berhamburan. Dan tahukah anda yang sebenarnya terjadi? Sebenarnya ledakkan itu hanya Rekayasa Effect.
 
Lalu kita juga bisa merubah background yang ada pada video, dengan menggunakan matte painting. Matte painting ini adalah sebuah gambar yang terlihat real yang ditambahkan pada video sebagai background. Ingat film Sherlock Holmes saat scene diatas jembatan yang rusak beberapa menit sebelum film usai?? Lihatlah sekitarnya, apa mungkin kameramen, sutradara, clapper dan lain-lain ada pada tempat setinggi itu untuk menshoot artisnya? Mungkin sich mungkin saja, tapi apa ada yang lebih murah dari hihit.. yang lebih mahal banyak.
 
 dengan matte painting, efek diatas bisa dilakukan tanpa harus membahayakan seluruh crew dan artis. Perkembangan ini menyebabkan kita tidak perlu mencari tempat-tempat yang baik untuk film, kita tinggal membuat gambar yang cocok, lalu background pun tinggal diganti. Ini juga memungkinkan kita untuk shooting dalam satu studio saja. Tinggal memakai greenscreen, lalu dengan After Effect, greenscreen tersebut diganti backgroundnya menjadi gambar, gambar matte painting dibuat, dan diolah sedemikian rupa sehingga jadilah film tersebut. That?s easy.
Dibidang desain, tentunya anda mengenal Photoshop juga bisa digunakan untuk mendesain sesuatu seperti buku tahunan, company profile, dan lain sebagainya. Dengan After Effect, hal ini bisa dilakukan. Malah lebih dasyat lagi, desain anda bisa dijadikan animasi seperti perspektif 3D animasi, handwriting animation, grafiti, dan masih banyak lagi.
Intinya After Effect digunakan untuk menambahkan efek-efek visual dan juga membantu anda dalam hal desain layout yang teranimasi pada projek video anda.

Tata Letak 


Mengenal After Effect web desain grafis
layout after effect


Kita mulai pembahasan dari atas tampilan software ini. Disana terdapat beberapa menu. Lalu dibagian bawahnya terdapat Toolbar yang terdiri dari banyak icon yang merupakan tool operasional program.
Lalu bagian kiri terdapat sejenis library dan juga tampilan thumbnail dari elemen yang ada bila di seleksi.
Dibagian kanan terdapat pallete-pallete seperti Character, paragraph, info dan lain-lain.
Dibagian bawah terdapat sejenis detail effect, timeline, dan akan bertambah jendela bagian ini dalam bentuk tabs. Contohnya saat kita mengklik menu Composition > Add to Render Queue. Maka tampilan bawah ini berubah menjadi jendela tersebut.

Penggunaan
Penggunaan After ini secara prosedur mungkin agak membingungkan. Namun tentu ada alasan mengapa agak rumit seperti demikian. Prosedurnya yaitu saat anda membuka program ini, anda tidak menemukan apa-apa. Anda diharuskan untuk membuat komposisi baru dengan cara mengklik menu Composition > New Composition (ctrl+n). Isikan opsi-opsi yang ada dalam jendela yang keluar seperti nama komposisi, width dan height video, Pixel Ratio, Frame rate, kualitas resolusi saat pengeditan, dan juga durasi.
Lalu import footage (video dasar) yang anda punya kedalam library, termasuk juga gambar-gambar atau file audio yang anda punya. Caranya dengan mengklik menu file > import > file (ctrl+i).
Lalu tinggal menyeret elemen-elemen apa saja yang ada di library tadi kedalam timeline, memberi efek, menambahkan mask, memanipulasi gambar, dan sebagainya. Intinya proses pembuatan efek dilakukan.
Saat efek atau projek sudah selesai. Tahap akhirnya yaitu merender projek tersebut. Render adalah proses untuk menyatukan file projek kita, menjadi file yang berformat openable, yakni berformat yang mudah dibuka seperti avi, wmf, gif dan sebagainya.
Percobaan Sederhana
Sekarang mari kita coba untuk membuat sesuatu di After Effect. Contoh sederhana saja ya.

Langkah ke 1:
Setelah software terbuka, maka pilih menu composition > new composition. Atau bisa diakses cepat dengan shortcut ctrl + N.
Langkah ke 2:
Pada composisiton name, isikan nama yang anda inginkan; Pada preset, isikan ukuran video anda; Pada kotak Duration isikan durasi video anda. Bila bingung, sama kan saja dengan penulis. Klik saja ok.
Langkah ke 3:
Gunakan Tool Horizontal Type Tool lalu ketikkan sesuatu di bagian composition. Ganti jenis teks anda menjadi lebih catchy layaknya desain grafiti. Saya menggunakan font URBAN HOOK-UPZ; Ubahlah warnanya.


Mengenal After Effect web desain grafis
texting_in_ae


Langkah ke 4:
Lalu pilihah Pen Tool dan telusurilah teks anda dimulai dari bagian kiri bawah seperti gambar dibawah ini:


Mengenal After Effect web desain grafis
tracking text ae


Langkah ke 5:
Jika sudah, berilah efek stroke. Pilih Effect > Generate > Stroke. Perbesarlah ukuran stroke sehingga menutupi teks kita.


Mengenal After Effect web desain grafis
stroking image


Langkah ke 6:
Ubahlah Paint Style menjadi Reveal Original Image.


Mengenal After Effect web desain grafis
revealing stroke


Langkah ke 7:
Pastikan slider berada pada awal frame seperti ini.


Mengenal After Effect web desain grafis
slider


Langkah ke 8:
Tampilkan Effect Stroke pada Source name dengan cara mengklik tombol segitiga sampai terlihat efek Stroke itu.


Mengenal After Effect web desain grafis
start


Langkah ke 9:
Pada bagian Start, kliklah stopwatch. Ganti nilainya menjadi 100%.


Mengenal After Effect web desain grafis
keying


Langkah ke 10:
Geser Slider menuju pada detik ke 2, klik keyframe dan ganti nilainya menjadi 0%.


Mengenal After Effect web desain grafis
keying 2


Langkah ke 11:
Selesai.

Render
Sekarang waktunya merender, yaitu menjadikan file project kita menjadi file openable -dengan program lain- seperti format avi dan gif. Kita akan mencoba merender file yang baru kita buat tadi yaitu sebagai berikut:
Langkah ke 1:
Pilih menu Composition > Add to Render Queue.
Langkah ke 2:
Maka akan terlihat jendela Current Render pada bagian bawah. Klik Best Settings pada Render Settings. Pilih pilihan yang anda inginkan. Langsung saja pilih ok.

Langkah ke 3:
Pilih Loseless pada bagian Output Module. Lalu ubah opsi-opsi yang anda inginkan. Pada contoh ini kita menginginkan outputnya adalah format gif. Ganti format menjadi animated gif. Lalu klik Ok.


Mengenal After Effect web desain grafis
lossless


Langkah ke 4:
Pada bagian Output To: Tentukan direktori untuk file tersebut.
Langkah ke 5: Lalu klik tombol Render.

Sekian Artikel Dari saya.

Sumber : http://www.ilmuwebsite.com/adobe-after-effect/mengenal-after-effect

Dan Mungkin Jika Anda Ingin Membuat Contoh Filnya Bisa Dilihat Dibawah Ini :

Visual Effect.

Pengertial Visual Effect.

  Visual Effect adalah Serangkaian proses pembuatan gambar yang menyertakan proses manipulasi tertentu di luar adegan pengambilan gambar syuting asli. Efek visual merupakan perpaduan dari gambar syuting asli dengan objek rekayasa komputer, serta objek lainnya untuk menciptakan adegan yang realistis sesuai dengan tuntutan skenario.

Kenapa Dalam Pembuatan Film Suka Menggunakan Visual Effect ?

karena beberapa adegan berbahaya yang sangat beresiko untuk dilakukan oleh para pemeran, atau berbiaya tinggi, atau bahkan mustahil untuk divisualkan secara nyata.

Efek visual pada film era modern dapat ditemukan pada film King Kong (Merian C. Cooper dan Ernest B. Schoedsack, 1933). Kera besar itu, sebenarnya, hanya boneka berukuran 18 inci dengan tungkai dan lengan yang dapat digerakkan. King Kong adalah film pertama yang menggunakan teknik front projection– menempatkan aktor di depan gambar sehingga terlihat bahwa aktor adalah bagian dari gambar. Pada era selanjutnya, komputer mengambil alih pembuatan visual efek. Star Wars menggunakan kamera yang dikendalikan komputer untuk mengonstruksi gambar pertempuran multilayered.

Kapan Visual Effect Digunakan ??

Biasanya, Visual Effect ini digunakan untuk pembuatan iklan, intro film, dan pemberian efek pada video berdurasi pendek. Kita bisa lihat, di youtube banyak sekali video-video yang menggunakan Visual Effect. Dan hasilnya sangat luar biasa, anda bisa membuat simulasi pada video seperti halnya film-film hollywood. Misalnya membuat kamehameha kaya dragon ballz, membuat efek peperangan berdarah yg real, intro film yang menakjubkan, dan lain-lain, dan lain-lain...
Pentingnya Teknologi visual effect
 
Teknologi visual effect yang digunakan dalam membuat film memang sangat membantu para pembuat film untuk memudahkan pekerjaan mereka untuk membuat efek atau setting di lokasi tertentu. Tim pembuat film saat ini tak perlu membuat studio lokasi sendiri atau berpindah-pindah lokasi syuting hanya untuk mengambil adegan film untuk sekedar hitungan detik atau menit.

Selain membuat budget untuk membuat film menjadi lebih murah, dengan menggunakan visual effect ini maka para pemain film mendapatkan tantangan ekstra setiap kali melakukan syuting film. Biasanya, mereka berada di lokasi atau dihadapkan pada obyek yang nyata seperti di dalam film, kini mereka harus berakting dikelilingi layar hijau atau biru yang nantinya akan diberi efek visual sebagai finishing-nya. Tentunya bukanlah perkara yang mudah bagi para pemain film tersebut untuk bisa berakting di tengah studio kosong yang hanya diisi berbagai layar hijau atau biru dan hanya mampu membayangkan sendiri seperti apa setting sesungguhnya di dalam film nantinya.
Teknologi visual effect menggunakan layar hijau atau biru ini tentunya mampu memaksimalkan penggambaran visual dalam film yang lebih nyata dan natural. Dan tentunya, penggarapan berbagai film saat ini kebanyakan sudah menggunakan visual effect dan beberapa di antaranya dapat membuat film menjadi sangat apik dan memanjakan mata ketika ditonton.

Seperti apakah penampakan syuting film dengan menggunakan visual effect tersebut? Saya Akan memberikan bebecapa contoh syuting Film dengan menggunakan visual effect.

1. Harry Potter
2. The Matrix
3. The Avengers





sumber : http://www.jagatreview.com/2013/03/inilah-penampilan-berbagai-syuting-film-sebelum-diberikan-visual-effect/

Sabtu, 06 April 2013

Work Group Dengan Swich



WORK GROUP
WorkGroup Dengan Swich
Dalam workgroup kita dapat melakukannya dengan cara cara sebagai berikut :
1.    kita harus mengubah nama computer kita dan apa nama workgroup yang akan kita buat dengan cara :
a.    kita k computer lalu kita klik kanan dan lalu kita pilih property seperti gambar dibawah ini.
b.    kemudian kita akan masuk kedalam propery computer kita dan lalu kita pilih change didalam property computer kita yang ada di sebelah kanan tengan dan lalu kita klik icon tersebut seperti gambar dibawah ini.

c.       lalu akan muncul system properties lalu kita klik change di dalam icon yg bernama “ to rename this computer or change it’s domain or workgroup. Clik change”.

d.      kemudian kita ganti computer name sesuai yang kita inginkan dan juga pilih icon workgroup dan berikan nama sesuai dengan nama group yang akan kita buat nanti lalu kita klik ok.
e.      lalu computer akan mengeluarkan icon miksosoft windows dan lalu kita akan di berkan pilihan untuk merestart computer kita sekarang atau nanti dan kita direkomendasikan untuk merestart computer kita searang karena hal ini dapat mempermudah kita nge-ping computer kita dan dapat terhubung dengan computer lain yang 1 workgroup dengan kita.


2.       setelah kita mensetting computer kita dengan nama kita dan nama work group kita selanjutnya kita menyeting computer kita di control panel dengan cara :
a.       pertama kita ke control panel  seperti gambar dibawah ini.


b.      lalu setelah itu kita pilih icon windows fire wall untuk mematikan fire wall kita agar kita dapat dengan mudah memberikan data kita ke orang lain.
c.       lalu kita pilih turn windows firewall on or off lalu kita klik yang dari awalnya rurn on kita ganti ke turn off seperti gambar dibawah ini.

           

d.      lalu kita kembali lagi ke menu awal di control panel dan kita pilih Network and Sharing Center.
e.      setelaj kita klik menu network and sharing center kita selanjutnya pilih icon yang bernama “ change adapters settings”.

f.        setelah itu kita akan masuk networks connections lalu kita pilih icon Ethernet lalku kita klik kanan dan pilih properties
g.       lalu setelah kita klik properties maka akan muncul tampilan Ethernet properties. Lalu kita pilih pilihan yang bernama “ internet protocol version 4 (TCP/Pv4) dan lalu kita klik dan nanti akan kelihatan propertynya dan propertynya itu kita klik.
h.      lalu setelah itu kita akan masuk di internet protocol Version 4 (TCP/IPv4) property. Lalu disini kita memindahkan icon obtain an IP address automatically ke use the following IP address lalu kita isikan ip address, subnet mask, dan default gateway sesuai dengan  IP group seperti contoh dibawah ini. Dan lalu kita pilik Ok.
                
i.         setelah kita mensetting di internet protocol Version 4 (TCP/IPv4) property kita lalu tinggal meng-ping saja untuk melihat hasil cek apakah sudah berhasil atau belum. Seperti contoh dibawah ini.